JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menambah alokasi kuota penerima beasiswa pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil guna memperluas akses pendidikan tinggi berkualifikasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
Melalui penambahan anggaran tersebut, total target penerima manfaat tahun ini diproyeksikan mencapai lebih dari 500 ribu mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Skema bantuan mencakup pembebasan biaya kuliah secara penuh (full tuition fee) hingga tunjangan biaya hidup bulanan yang disesuaikan dengan indeks kemahalan daerah.
Prioritas Program Studi dan Sistem Seleksi
Dalam skema penerimaan tahun 2026, pemerintah memberikan porsi alokasi yang lebih besar pada program studi strategis, seperti sains, teknologi, rekayasa, matematika (STEM), serta bidang kesehatan dan kependidikan.
Proses pendaftaran dan verifikasi berkas dilakukan secara digital untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran serta meminimalisasi potensi ketidaklayakan penerima.
Informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran, kriteria persyaratan, serta alokasi per perguruan tinggi dapat ditinjau melalui portal resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penambahan kuota beasiswa ini diharapkan mampu menurunkan angka putus kuliah di tingkat perguruan tinggi sekaligus mencetak lulusan terampil yang siap bersaing di pasar kerja global.

